ADAPTASI SOSIAL PEREMPUAN NELAYAN TRADISIONAL DALAM MEMBANTU EKONOMI KELUARGA DI BANTEN

Oleh : Suwaib Amiruddin, M.Si

Dosen sosiologi Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Email : suwaib_a@yahoo.com

 

 Abstrak

Peranan perempuan saat ini sudah menjadi tututan bekerja di luar rumah secara rutin untuk membantu pekerjaan suaminya dalam rangka menambah pendapatan keluarga. Demikian halnya dengan istri komunitas nelayan turut serta berpartisipasi dalam mendukung kegiatan suaminya sebagai nelayan dan akhirnya mereka berperan ganda, baik sebagai ibu rumah tangga dan juga sekaligus mengurus kebutuhan hidup keluarga.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peran perempuan nelayan dalam distribusi hasil laut serta pola adaptasi perempuan nelayan dalam peran ganda melakukan distribusi hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan data lapangan di lakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan nelayan yang bekerja dengan peran ganda disebabkan karena kehidupan yang mereka hadapi secara internal dengan kondisi laut yang tidak menentu, sedangkan mempunyai tanggungjawab bersama untuk mencukupi kebutuhan hidup anak-anak dan keluarganya. Pola adaptasi perempuan nelayan Binuangen dalam hal distribusi hasil tangkapan, sebenarnya terjadi dikarenakan minimnya penghasilan suami kalau hanya bergantung pada hasil tangkapan dan dipasarkan melalui pihak ketiga. Kondisi pekerjaan itu, sebenarnya sudah berlangsung secara turun temurun, sehingga dalam melakukan kegiatan tersebut tidak terlalu sulit beradaptasi. Pola adaptasi pemeliharaan hubungan keluarga tetap berjalan dan menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan peran ganda dilakukan hanya pada waktu tertentu saja yakni kegiatan distribusi dilakukan pada pagi hari dan siang hari, berdasarkan kedatangan nelayan. Nelayan melaut dilakukan pada waktu pagi hari dan sore hingga malam hari, kegiatan distribusi dilakukan pada pagi hari dan siang hingga sore hari.

 

Kata kunci : adaptasi sosial, perempauan, nelayan tradisional, ekonomi keluarga