Akademisi : Penanganan Covid-19 dan Pemberian Bansos Harus Berjalan Beriringan

SERANG –Sosiolog sekaligus Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Suwaib Amiruddin berharap penanganan Covid-19 yang saat ini tengah berjalan juga sejalan dengan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi. Diketahui, Presiden RI Joko Widodo kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 2 Agustus mendatang.

Dikatakan Suwaib, pemerintah saat ini sudah berupaya keras dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan, pemerintah pusat telah melakukan refocusing APBN hingga puluhan triliun rupiah untuk penanganan kesehatan dan juga bansos.

“Sebenarnya pemerintah sudah melakukan pengetatan untuk memutus mata rantai, terutama dengan melakukan PPKM salah satunya dengan membatasi kegiatan sosial kemasyarakatan. Tentunya imbas dari pembatasan sosial ini banyak yang terdampak misalnya toko tidak bisa buka, karyawan tidak bisa bekerja,” kata Suwaib.

Menurut Suwaib, wajar jika pemerintah membutuhkan penguatan secara keuangan.

“Saya kira (upaya) pemerintah perlu diberikan apresiasi. Tapi (penanganan) tak akan cukup hanya dilakukan pemerintah, maka itu juga harus ada sinergi dari beberapa pihak. Lalu (persoalan penyaluran) bansos juga harus dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah diatur. Itu supaya tepat sasaran, jangan sampai sia-sia anggaran yang dikeluarkan kalau ngga sesuai,” ujarnya. (Mir/Red)/(Humas SAF)

Sumber :  Bantennews  Selasa 27 Jul 2021