Bakti-Ku Kemali Ke Desaku

Ketika anak-anak muda yang baru menyelesaikan studinya pada perguruan tinggi di perkotaan lebih cenderung bertahan hidup di kota.  Anak yang satu ini pamit pada saya untuk kembali ke desanya. “saya berasal dari desa dan dibersarkan dari desa, serta pembiayaan masa studi saya semuanya bersumber dari orang tuaku di desa”

Semangat murid saya tersebut sangatlah buat saya terkesan dan tersadar bahwa ternyata ada anak desa yang masih memiliki cita-cita besar untuk memajukan masa depan desanya. Sarjana strata satu pun diselesaikan dengan hanya ditempuh 3,7 tahun (berarti secara sisitem satuan semester hanya selesai kurang lebih 7 semester). Prestasi yang sangat luar biasa secara akademik di tempuhnya dengan kerja keras dan betul-betul menghabiskan waktunya untuk studi dan aktivitas organisasi dan kajian-kajian kademik pun berjalan dan telah dilaluinya.

Pembiayaan yang bersumber dari orang tuanya dari desa membuat beliau terpanggil kembali untuk membantu orang tuanya di desa dalam memajukan sektor pertanian di desanya. Orang tuanya berlatar belakang sebagai petani, namun menurut beliau bahwa semua saudaranya menjadi sarjana dan bahkan saudaranya pun sebagain besar kembali ke desa untuk menjadi guru

Sebagai petani masa kini boleh diukur seberapa besar penghasilan orang tuanya, namun tekad keluarganya untuk memajukan pendidikan bagi anak-anaknya menjadi skala prioritas. “Harapan orang tuanya bahwa pendidikanlah akan memuat anak-anak sukses dimasa depannya”

Saya pun bertanya apakah diantara anda dan saudara-saudaranya ada yang mendapatkan beasiswa karena keterbatasan ekonomi?. jawabannya keterbatasan penghasilan orang tua bukan, berarti bahwa tidak dapat membiayai kami-kami selama masa studi. Berarti kesimpulan saya, saudara tidak mengurus biaya pendidikan yang disipakan oleh pemerintah, bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan penghasilan orang tuanya. Menurutnya orang tuanya sudah punya komitmen pembiayaan kuliah sepenuhnya ditanggung oleh orang tuanya. Salut buat orang tua anda, semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan (sebagai doa dari saya untuk beliau)

Cerminan masyarakat desa dalam memajukan pendidikan bagi anak-anaknya tentu jangan dipadang sebelah mata, dan jangan dianggap orang-orang desa tidak memiliki komitmen untuk memajukan dan membangun desanya. Teknologi informasi yang semakin massif hingga ke pelosok desa, telah mengantarkan masyarakat desa mengalami kemajuan. Kreatifitas anak-anak desa semakin muncul dengan melalui kegiatan publikasi potensi desanya.

Pertanyaanya kemudian ada berapa orang atau kelompok maupun organisasi di desa yang dibentuk oleh aparat pemerintah desa untuk mengorganisir anak-anak di desa untuk diajak untuk lebih maju?, unttuk menjawab secara rill memang tidak ada angka yang pasti dan bahkan juga pemerintah desa belum memaksimalkan untuk mengajak anak-anak yang terpelajar di desa untuk bersama-sama membangun desa.

Salah satu pendekatan yang harus dilakukan oleh kepala desa adalah menginventarisir ada berapa jumlah anak desa yang terpelajar lalu dilakukan pemetaan berdasarkan latar belakang ilmu yang didalami oleh anak-anak di desanya. Apabila pemetaan bidang keilmuan sudah ada, maka langkah berikutnya melakukan pemetaan program apa sajakah yang harus di gagas untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah kebijakan agar ada ikatan secara bersama-sama. Kalau sudah ada kebijakan, maka langkah selanjutnya melakukan integrasi dari segi pelaksanaan baik berupa pembiayaan hingga pada pengerjaan program menjadi sebuah produk hasil.

Hal itulah saya diskusikan dengan murid saya yang saya anggap sangat berhasil menyelesaikan studinya yang mungkin banyak anak-anak lebih memiliki kemampuan secara ekonomi, sarana pendukung masa studinya dan juga fasilitas tambahan kehidupannya, namun terlambat menyelesaikan studinya.

Akhir tulisan ini saya menyampaikan semangat Selamat murid teman diskusiku, semoga anda kedepan menjadi inspirasi bagi anak-anak di negeri ini dan jangan lupa agar selalu mengasah kemampuan pemikiran realis saudara atas fenomena-fenomena yang terjadi di bangsa ini. Bangunlah desamu, karena negeri ini akan punya masa depan apabila desa kembali dibangun dan ditata kembali sebagai lahan penghasil pertanian modern.

Suwaib Amiruddin

Sosiolog